:: Beyond Dreams ::

Journal

Blog Entryさんかく の おにぎりAug 19, '08 9:57 PM
for everyone
Saya bukan penganut paham Glenn Domann. Pakai flash card sejak bayi, untuk membantunya belajar membaca dan matematika. Bukan karena saya tahu bahwa teori Glenn Domann digolongkan sebagai pseudoscience. Salah satu alasan (terbesar) sebenarnya adalah malas. Lagipula saya tidak melihat pentingnya anak mampu membaca di usia dini. Apa ada penelitian yang membuktikan bahwa anak yang sudah bisa membaca di usia dini lebih sukses dan bahagia di masa depannya?

Urusan belajar membaca, saya lebih ingin anak-anak bisa membaca atas kemauannya sendiri. Setiap anak berbeda. Ada yang usia 3 tahun sudah bisa membaca (tanpa dipaksa), ada yang bahkan sampai usia 7 tahun pun belum lancar membaca. Salah satu anak Marty Layne baru bisa membaca di usia 8 tahun. Dan menurut ibunya di buku Ibuku Guruku, tidak ada perbedaan berarti di usia remajanya dengan saudara-saudaranya yang sudah bisa membaca di usia sebelumnya. Di Finlandia (saya sangat senang mengutip kegiatan belajar mengajar di negeri itu), anak-anak baru diajari membaca usia 7 tahun. Alasannya, anak usia itu sudah mempunyai kemampuan memahami isi bacaan lebih baik daripada mereka yang belajar membaca di usia lebih muda.

Di rumah, ada banyak buku bacaan untuk anak-anak yang dibeli di flea market. Ada juga majalah dengan beragam aktivitas untuk anak-anak sesuai usianya. Ada lagi mainan alphabet board yang saat dipencet mengeluarkan bunyi sesuai huruf yang ditekan. Acara anak-anak di televisi dan VCD juga beberapa kali menayangkan kegiatan belajar membaca dalam suasana menyenangkan khas anak-anak. Begitulah.

Suatu hari Hafiz pergi bersama ayahnya membeli diapers untuk adiknya. Pulang dari toko obat, ayahnya bercerita kalau Hafiz menunjuk papan nama toko sambil menyebut ri-su-ku. Eh?
“Iya, maksudnya ku-su-ri, tapi dibaca dari kanan”
Ooohh… barangkali karena pernah diajari iqro, Hafiz cenderung membaca dari kanan ke kiri.

Hafiz kemudian sering sekali membawa buku dan bertanya, “Ini bacanya apa?”
Berita baik kalau Hafiz sedang belajar membaca. Tapi, yang dia kuasai sekarang adalah.. huruf hiragana.

Sepuluh tahun lagi barangkali kemampuan membaca hiragana yang dimiliki Hafiz akan hilang tergerus waktu. Catatan ini akan membantu mengingatkan suatu masa ketika ia menunjukkan satu baris di buku shimajironya.
“Ibu, ini dibacanya sangkaku no onigiri ya?”

**

Pengakuan jujur, si ibu masih sulit membedakan huruf ro dan ru, me dan nu dalam rangkaian huruf hiragana. Dan sekarang harus mengajari anaknya belajar membaca? Oh..


Resepnya super gampang. Krim (200 ml) dikocok kaku, beri gula secukupnya. Dinginkan. Sajikan dengan hiasan cherry, potongan kiwi dan daun mint.

Foto dibuat untuk diikutsertakan dalam Red & White Foodie Photography Contest.








Blog EntryMenangkap TonggeretAug 12, '08 4:17 AM
for everyone
Penasaran dengan antusiasme anak-anak Jepang menangkap semi (tonggeret dalam bahasa Indonesia, cicada dalam bahasa Inggris), akhirnya dibelilah perangkap semi di toko 100 yen. Tidak menunggu lama, beberapa menit sesudah dibeli langsung diuji coba.

Mendekati jam dua belas siang. Panas. Menduga tak akan menemukan banyak semi karena suaranya mulai berkurang.

Plup!
Percobaan pertama gagal. Semi terbang sebelum masuk perangkap.

Beberapa semi hinggap di dahan yang terlalu tinggi untuk diraih. Cari di pohon lain, ada!

Plup!
Satu semi. Anak-anak berseru kegirangan. Tapi takut-takut untuk mendekati.
Semi itu kemudian dilepaskan lagi.

Plup!
Semi kedua ditangkap. Lalu yang ketiga. Dilepaskan kembali dan terbang entah ke mana. Anak-anak menjerit tapi gembira melihat semi beterbangan.

Semi-semi kemudian ditangkap, dan dilepas lagi. Semi lain ditangkap dan dilepas kembali. Ditangkap, dilepas. Ternyata tidak terlalu sulit menangkapnya. Pantas saja anak-anak senang. Barangkali juga karena jumlahnya banyak sekali. Suaranya yang sahut-sahutan di pagi hari membuat teriakan anak-anak jadi tidak terdengar di luar.

Bunyi bel kota menandakan jam sudah tepat di angka dua belas. Karena berada di bawah pepohonan, terik matahari jadi tidak terlalu terasa.

Tak ada semi yang dibawa pulang. Tapi rasanya senang sekali sudah mencoba sesuatu yang baru.

‘Ibu, semi rumahnya di mana?’

Tahu tidak, Nak, Ibu juga tidak mengerti di mana ia tinggal. Di pepohonan kah, atau di dalam tanah seperti musim sebelumnya?
Akankah ia pulang ke rumahnya? Adakah jeratan perangkap kami siang itu membuat mereka terluka dan tak bisa kembali ke tempat asalnya?

Semoga saja tidak, dan mereka baik-baik saja.


Blog EntryMenjadi Orang Tua Itu MenyenangkanAug 12, '08 4:06 AM
for everyone
Para orangtua harus diberitahu bahwa membesarkan anak itu menyenangkan. Karena itu adalah hal yang sebenarnya terjadi. Ungkapan itu diberikan oleh Yoko Sagae pada Judith Kawaguchi, wartawan Japan Times.

Yoko Sagae adalah kepala sekolah sebuah taman kanak-kanak di Tokyo. Ia telah mengasuh lebih dari 1700 anak - dan orang tua mereka- selama 31 tahun keterlibatannya dalam pendidikan anak usia dini.

Banyak hal yang diungkapkan oleh Yoko Sagae. Salah satunya adalah bahwa anak-anak selalu punya alasan untuk menangis. Biasanya perilaku orang dewasa lah yang menyebabkan mereka marah dan terluka. Kita seharusnya mendengarkan lebih banyak dan mengurangi kemarahan.

Ibu kepala sekolah yang disenangi orang-orang di lingkungannya itu juga mengungkapkan bahwa belakangan ini semakin banyak anak-anak yang mencari perhatian orang lain. Anak-anak ini biasanya mudah dikenali saat pertama kali bertemu. Ada saja perbuatan tidak biasa yang mereka lakukan untuk menarik perhatian. Penyebabnya biasanya adalah kekurangan kasih sayang di rumah. Pelukan biasanya akan membantu anak-anak ini untuk kembali merasa nyaman dan rileks.

Menurut Sagae, orangtua harus konsisten dengan peraturan yang mereka miliki. Saat orangtua mengeluh anak-anak tida menuruti perintah mereka, sangat mungkin itu adalah kesalahan orang dewasa. Orangtua sering sekali cepat mengubah kebijakan mereka, tergantung jadwal yang mereka miliki. Anak-anak tidak bisa mengikuti pola ini.

Sagae juga menekankan pentingnya seorang ibu berada di rumah paling tidak hingga anaknya berusia 3 tahun untuk menyediakan makanan bergizi bagi keluarga. Kemampuan merasakan berbagai rasa makanan dipelajari sejak bayi dan akan terbentuk saat anak berusia 3 tahun. Karena itulah peran penting ibu diperlukan.

Sesuatu yang dipandang sebagai ‘bullying’ terkadang sebenarnya bukan, kata Sagae. Di dunia orang dewasa, saat kita menikmati makan malam dan sedang asyik berbincang-bincang, kita tak ingin ada orang ketiga yang tiba-tiba datang dan terlibat. Tapi kita mengharapkan anak-anak untuk tidak egois, menjadi orang yang sempurna dan selalu mengijinkan anak lain untuk bermain dalam permainan yang mereka lakukan.

Yoko Sagae, yang merasa bersyukur memiliki anak dan suami yang selalu membuatnya merasa muda dan gembira, mengatakan bahwa berada di rumah sama baiknya dengan bepergian. Dunia ini sangat besar, bahkan di dalam rumah. Contohnya, menanam bunga atau menanam kacang, menikmati upacara minum teh, memasak dan merayakan sesuatu adalah kegiatan yang tidak membutuhkan biaya banyak dan sangat mudah dikerjakan. Orangtua sering berasumsi bahwa pergi ski atau mengunjungi ‘theme park’ sangat menyenangkan untuk anak-anak mereka, tapi sebenarnya berbagi hal-hal kecil yang membahagiakan adalah juga sama pentingnya untuk keluarga.

Yoko Sagae mengingatkan bahwa anak-anak tidak memiliki pandangan untuk masa depan mereka. Mereka hanya paham bahwa mereka berada di sini saat ini, dan mereka melakukan semuanya terburu-buru seakan-akan itu adalah sebuah kesempatan terakhir.

**

Disarikan dari artikel Words To Live By, Japan Times.


Blog EntryPoin Pendidikan AnakAug 10, '08 6:35 AM
for everyone

~untuk mengingatkan diri sendiri~

LIMA POIN PENDIDIKAN DALAM ISLAM

Oleh Siti Aisyah Nurmi

Bunda, apakah ilmumu hari ini? Sudahkah kau siapkan dirimu untuk masa depan anak-anakmu? Bunda, apakah kau sudah menyediakan tahta untuk tempat kembali anakmu? Di negeri yang Sebenarnya. Di Negeri Abadi? Bunda, mari kita mengukir masa depan anak-anak kita. Bunda, mari persiapkan diri kita untuk itu.

Hal pertama Bunda, tahukah dikau bahwa kesuksesan adalah cita-cita yang panjang dengan titik akhir di Negeri Abadi? Belumlah sukses jika anakmu menyandang gelar atau jabatan yang tertinggi, atau mengumpulkan kekayaan terbanyak. Belum Bunda, bahkan sebenarnya itu semua tak sepenting nilai ketaqwaan. Mungkin itu semua hanyalah jalan menuju ke Kesuksesan Sejati. Atau bahkan, bisa jadi, itu semua malah menjadi penghalang Kesuksesan Sejati.

Gusti Allah Yang Maha Mencipta Berkata dalam KitabNya:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS 3:185)

Begitulah Bunda, hidup ini hanya kesenangan yang menipu, maka janganlah tertipu dengan tolok ukur yang semu. Pancangkanlah cita-cita untuk anak-anakmu di Negeri Abadi, ajarkanlah mereka tentang cita-cita ini. Bolehlah mereka memiliki beragam cita-cita dunia, namun janganlah sampai ada yang tak mau punya cita-cita Akhirat.

Kedua, setelah memancangkan cita-cita untuk anak-anakmu, maka cobalah memulai memahami anak-anakmu. Ada dua hal yang perlu kau amati:

Pertama, amati sifat-sifat khasnya masing-masing. Tidak ada dua manusia yang sama serupa seluruhnya. Tiap manusia unik. Pahami keunikan masing-masing, dan hormati keunikan pemberian Allah SWT.

Yang kedua, Bunda, fahami di tahap apa saat ini si anak berada. Allah SWT mengkodratkan segala sesuatu sesuai tahapan atau prosesnya.
Anak-anak yang merupakan amanah pada kita ini, juga dibesarkan dengan tahapan-tahapan.

Tahapan sebelum kelahirannya merupakan alam arwah. Di tahap ini kita mulai mendidiknya dengan kita sendiri menjalankan ibadah, amal ketaatan pada Allah dan juga dengan selalu menjaga hati dan badan kita secara prima. Itulah kebaikan-kebaikan dan pendidikan pertama kita pada buah hati kita.

Pendidikan anak dalam Islam, menurut Sahabat Ali bin Abitahalib ra, dapat dibagi menjadi 3 tahapan/ penggolongan usia:
1. Tahap BERMAIN (“la-ibuhum”/ajaklah mereka bermain), dari lahir sampai kira-kira 7 tahun.
2. Tahap PENANAMAN DISIPLIN (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun.
3. Tahap KEMITRAAN (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) kira-kira mulai 14 tahun ke atas.
Ketiga tahapan pendidikan ini mempunyai karakteristik pendekatan yang berbeda sesuai dengan perkembangan kepribadian anak yang sehat. Begitulah kita coba memperlakukan mereka sesuai dengan sifat-sifatnya dan tahapan hidupnya.

Hal ketiga adalah memilih metode pendidikan. Setidaknya, dalam buku dua orang pemikir Islam, yaitu Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) dan Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam), ada lima Metode Pendidikan dalam Islam.

Yang pertama adalah melalui Keteladanan atau Qudwah, yang kedua adalah dengan Pembiasaan atau Aadah, yang ketiga adalah melalui Pemberian Nasehat atau Mau’izhoh, yang keempat dengan melaksanakan Mekanisme Kontrol atau Mulahazhoh, sedangkan yang terakhir dan merupakan pengaman hasil pendidikan adalah Metode Pendidikan melalui Sistem sangsi atau Uqubah.

Bunda, jangan tinggalkan satu-pun dari ke lima metode tersebut, meskipun yang terpenting adalah Keteladanan (sebagai metode yang paling efektif).

Setelah bicara Metode, ke empat adalah Isi Pendidikan itu sendiri. Hal-hal apa saja yang perlu kita berikan kepada mereka, sebagai amanah dari Allah SWT.
Setidak-tidaknya ada 7 bidang. Ketujuh Bidang Tarbiyah Islamiyah tersebut adalah: (1) Pendidikan Keimanan (2) Pendidikan Akhlaq (3) Pendidikan Fikroh/ Pemikiran (4) Pendidikan Fisik (5) Pendidikan Sosial (6) Pendidikan Kejiwaan/ Kepribadian (7) Pendidikan Kejenisan (sexual education). Hendaknya semua kita pelajari dan ajarkan kepada mereka.

Ke lima, kira-kira gambaran pribadi seperti apakah yang kita harapkan akan muncul pada diri anak-anak kita setelah hal-hal di atas kita lakukan? Mudah-mudahan seperti yang ada dalam sepuluh poin target pendidikan Islam ini:
Selamat aqidahnya, Benar ibadahnya, Kokoh akhlaqnya, Mempunyai kemampuan untuk mempunyai penghasilan, Jernih pemahamannya, Kuat jasmaninya, Dapat melawan hawa nafsunya sendiri, Teratur urusan-urusannya, Dapat menjaga waktu, Berguna bagi orang lain.

Insya Allah, Dia Akan Mengganjar kita dengan pahala terbaik, sesuai jerih payah kita, dan Semoga kita kelak bersama dikumpulkan di Negeri Abadi. Amin. Wallahua’lam, (SAN)

Catatan:
- Lima Poin Pendidikan Anak: -1.Paradigma sukses-2.Mengenal Tahapan dan Sifat-3.Metode-4.Isi-5.Target.
- Buku Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) diterjemahkan dengan judul “Sistem Pendidikan Islam” terbitan Al-Ma’arif Bandung, dan buku Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam) diterjemahkan dengan judul Pendidikan Anak Dalam Islam.


Blog EntryKuda dan OntaJul 30, '08 8:04 PM
for everyone
Saya sedang melihat-lihat blog galeri foto Mba Asma waktu Zahra datang. Karena tidak mengganggu, saya biarkan dia ikut melihat. Ada satu foto yang menarik untuk dikomentari. Ketika sedang sibuk menulis, Zahra bertanya sesuatu. Terdengar di telinga saya seperti "Ibu, itu kuda ya?"
Masih menulis, saya menjawab "Bukan dek, itu onta."
Zahra rupanya tidak puas. Ia bertanya lagi. "Ibu, itu kuda kan?"
"Bukan, dek. Itu oonntaa." Tangan masih di keyboard, mata masih menatap layar.
"Itu kuda kok.." lirih suara gadis mungil itu.
Satu klik, enter. Dan selesai. Pandangan saya beralih ke puteri kecil yang berdiri di samping.
Melihat ibunya mulai memperhatikan, ia bertanya kembali.
"Ibu, itu rakuda ya?"

"Ooooh.. jadi dari tadi Zahra bilang itu rakuda*?"
Ia mengangguk. Mantap.

****

*Rakuda adalah bahasa Jepang untuk binatang yang dalam bahasa Indonesia disebut Onta.

Blog EntryKuliah Di JepangJul 30, '08 3:27 AM
for everyone
Saat ini ada sekitar 118,500 mahasiswa asing di Jepang. Tahun 2020 diharapkan akan ada 300,000 mahasiswa dari luar Jepang yang melanjutkan kuliah di universitas-universitas di Jepang. Tidak bisa berbahasa Jepang? Jangan khawatir. Akan ada 30 perguruan tinggi yang berencana membuka program khusus dalam bahasa Inggris. Sekedar bocoran, saat ini tidak banyak penduduk Jepang yang bisa berbahasa Inggris. Jadi jika ingin mampu bersosialisasi dengan penduduk asli, kemampuan berbicara dalam nihon go tetaplah sebuah keniscayaan untuk dikuasai.

Barangkali ini juga menjadi salah satu alasan kenapa beasiswa monbusho jumlahnya turun dari tahun ke tahun. Dengan total dana yang sama, diharapkan ada lebih banyak mahasiswa yang diberi beasiswa untuk kuliah.

Ada yang menuding rencana menambah jumlah mahasiswa asing ini adalah sebuah upaya untuk mengatasi berkurangnya jumlah angkatan kerja karena menurunnya tingkat kelahiran. Bagaimana pun, berita ini semoga saja menjadi kabar baik untuk mereka yang memang benar-benar berminat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Blog EntryRenovasi Besar Mesjid TersakralJul 29, '08 11:06 PM
for everyone
Berita dari gatra..

Proyek Abraj Al Bait di Sisi Selatan (GATRA/Astari Yanuarti)Suara klakson truk-truk pengangkut material bangunan membelah ratusan jamaah yang bergegas menuju Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, suatu siang di penghujung Juni lalu. Di tengah sengatan matahari gurun sepanas 44 derajat celsius, para jamaah menepi sembari menutup hidung. Mereka terkepung kepulan debu pekat dari roda truk yang menjejak tanah tak rata akibat reruntuhan gedung.

Mobil pemadam kebakaran terlihat beberapa kali menyemprotkan air untuk mengurangi debu. Tapi upaya itu malah membuat sebagian jamaah yang berasal dari Indonesia ekstra hati-hati. "Awas kubangan, lompat sedikit, ya, Bu," seru seorang jamaah perempuan sambil memegang erat lengan sang bunda yang sudah berusia lanjut. Selamat dari kubangan, mereka masih berusaha agar tak tersandung pada bongkahan besar-kecil rongsokan bangunan.

Belasan ribu bangunan hotel, rumah, toko, dan kantor, yang dulu memenuhi sisi barat daya hingga utara Masjidil Haram, kini nyaris rata dengan tanah. Suasana di lokasi seluas 230.000 meter persegi itu awut-awutan. Persis seperti zona perang. Bukit-bukit reruntuhan bangunan menyembul sepanjang tebaran mata. Beberapa gedung masih tegak berdiri, tapi nyaris tanpa dinding.

Ratusan truk, buldozer, dan crane milik kontraktor Saudi bin Laden terlihat hilir mudik. Sedangkan mesin-mesin pengungkit raksasa menjulang di angkasa, di sekeliling bangunan dan menara Masjidil Haram yang terbungkus kerangka besi. Semua ini membuat tampilan anggun masjid terluas di dunia itu seperti dalam kartu pos sama sekali tak terlihat.

Renovasi besar-besaran itu mulai berderap Mei lalu atas perintah Abdullah, selaku Penjaga Dua Kota Suci (Khadimul Haramain). Raja Abdullah ingin menambah 35% kapasitas Masjidil Haram. Pada saat ini, masjid seluas 356.000 meter persegi itu mampu menampung hingga 2 juta jamaah di dalam dan di halaman.

Proyek pengembangan keempat itu bisa dibilang yang terbesar. Menurut data dari Kementerian Urusan Kota dan Desa, yang dipublikasikan kantor berita KPA, Pemerintah Arab Saudi akan memperluas halaman masjid, membangun tempat parkir, dan memperluas lokasi sa'i antara Bukit Shafa dan Marwah menjadi tiga tingkat.

Pembangunan intensif juga terjadi di Mina, Musdalifah, dan Arafah, yang menjadi rangkaian tempat pelaksanaan ibadah haji. Tempat pelemparan jumrah ditata ulang demi keamanan jamaah. Jaringan transportasi subway juga akan dibangun mulai seputar Masjidil Haram hingga Arafah.

Proyek yang diperkirakan baru tuntas tahun 2020 itu bakal menyerap dana hingga US$ 100 milyar (Rp 920 trilyun). Gelontoran dana superbanyak ini mencakup pembangunan gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan, apartemen, dan hotel-hotel baru di Mekkah.

Sumber pendanaannya beragam, dari asing hingga dana internal Saudi yang tengah menikmati berkah melambungnya harga minyak dunia, yang nyaris menyentuh US$ 150 per barel. Meski proyek itu tergolong amat besar, para investor sama sekali tak ragu menanamkan modalnya. "Bagi mereka, tempat ini adalah safe haven yang menjanjikan keuntungan besar. Musim haji dan umrah rutin berjalan tiap tahun, dengan jumlah muslim dunia yang terus bertambah," kata Imad Awad, Head of Equity Capital Markets NBD Investment Bank.

Setiap tahun, jumlah jamaah haji mencapai 4 juta orang, plus belasan juta jamaah umrah. Selama lima tahun mendatang, jumlahnya meningkat hingga 10% setiap tahun. Data Kadin Mekkah menyebutkan, tahun lalu, belanja para jamaah haji dan umrah mencapai 10 milyar riyal (Rp 25 trilyun) di Mekkah saja.

Kehadiran 15-an juta jamaah itu tentu saja membutuhkan akomodasi tempat tinggal serta kesempatan beribadah yang nyaman dan memadai. Inilah salah satu landasan utama Raja Abdullah menggelar renovasi dan perluasan Masjidil Haram dan seluruh lokasi ibadah haji lainnya. Menurut Fahas bin Al-Jarboa, Wakil Sekretaris Jenderal Supreme Commission for Tourism in Saudi Arabia, megaproyek itu bakal mengubah seluruh kawasan seputar Masjidil Haram. "Kami berharap, ini juga akan mengubah Mekkah secara dramatis," kata Fahas.

Dramatis, karena pembersihan kawasan sekitar Masjidil Haram tak segan meruntuhkan bangunan megah hotel bintang lima dan empat sekalipun. Mulai Hotel Sheraton, Hotel Sofitel, Hotel Qurtuba, Hotel Zahret, Hotel Darkum, Hotel Talal, Hotel Firdaus Umrah, hingga Hotel Firdaus Mekkah, semuanya akan diratakan dengan tanah. Hotel-hotel ini, bersama bangunan perumahan lainnya, masuk areal seluas 587.250 meter persegi di seluruh Mekkah yang harus ditata ulang.

Jika ditotal, renovasi Masjidil Haram dan kota Mekkah dijalankan lewat 973 proyek baru. Terbagi menjadi beberapa wilayah, seperti 85 proyek di wilayah Syamiyah yang terletak di sisi barat laut hingga utara Masjidil Haram. Kawasan ini akan dipenuhi hotel bintang lima, pertokoan, pusat perbelanjaan, dan restoran.

Di sisi barat Masjidil Haram yang meliputi kawasan Jabal Umar dan Jabal Ka'bah dibangun hal serupa. Plus stasiun kereta api induk, areal parkir yang mampu memuat 12.000 mobil, pasar, dan fasilitas umum lainnya. Sebuah terowongan sepanjang 1.000 meter akan dibangun menembus Jabal Umar dan menyambung ke Jalan Ummul Qura.

Di sisi tenggara dan selatan, yang mencakup kawasan Jabal Khandama, dibangun hunian untuk menampung 240.000 orang. Salah satu proyek terbesar di kawasan ini adalah Abraj al-Bait. Proyek pembangunan tujuh menara pencakar langit ini selesai tahun depan dan sanggup menampung 65.000 orang. Di kawasan ini juga dibuat jalur pejalan kaki menuju Masjidil Haram, yang terhubung dengan dua jalan utama.

Meski perombakan besar-besaran kali ini diiringi dengan pembangunan fasilitas angkutan massal dan pelayanan publik lainnya, bagi sebagian ahli sejarah dan tata kota, perubahannya terlalu besar. Salah satu pihak yang keberatan adalah Sami Angawi, arsitek dan pendiri Centre for the Custodian of the two Holy Mosques Institute for Hajj Research. Sami menilai, mereka tengah menyaksikan detik-detik terakhir Mekkah tampak seperti pada saat diciptakan Tuhan dengan lanskap dan gunung-gunungnya.

Pemerintah Saudi ingin meratakan gunung-gunung di Mekkah supaya lebih banyak lahan datar. "Mestinya lanskap kota Mekkah tradisional tetap dipertahankan. Jangan hanya memikirkan bagaimana menampung sebanyak mungkin orang dan seberapa banyak uang yang bisa diperoleh," ujar Sami.

Beberapa pihak lain menyayangkan pembangunan gedung pencakar langit di sekitar Masjidil Haram itu. Sebab gedung pencakar langit itu akan menutupi pandangan dari Ka'bah dan landmark di sekelilingnya. Kondisi ini akan menghilangkan keseimbangan letak Masjidil Haram, yang secara filosofis dipandang sebagai contoh pusat keseimbangan dunia. "Alasan mereka bisa dipahami. Tapi, di sisi lain, kita butuh tempat untuk menampung jamaah," kata Lahem al-Nasser, seorang ahli perbankan Islam yang mendukung megaproyek perluasan Masjidil Haram itu.

Megaproyek ini juga memicu kenaikan harga properti di Mekkah. Kini harga tanah mencapai 250.000 riyal (Rp 625 juta) per meter persegi di kawasan sekitar Masjidil Haram. Nyaris dua kali lipat dari harga tanah di Monako, negara yang selama ini memiliki kawasan real estate paling mahal menurut data Global Property Guide. "Malah para pengembang mengira, harga tanah akan naik empat kali lipat hingga 1 juta riyal (Rp 2,5 milyar) per meter," ujar Imad Awad. Harga tanah yang paling mahal ini terletak di area yang bisa melihat langsung pemandangan Ka'bah.

Astari Yanuarti
[Internasional, Gatra Nomor 37 Beredar Kamis, 24 Juli 2008]

Blog EntryGlobal Warming and CO2Jul 26, '08 9:18 AM
for everyone
Fear is a very efficient weapon: It produces the desired effect without much waste.
Global warming has nothing to do with how much CO2 is produced or what we do here on Earth. For millions of years, solar activity has been controlling temperatures on Earth and even now, the sun controls how high the mercury goes. CO2 emissions make absolutely no difference one way or another. Soon it will cool down anyhow, once again, regardless of what we do. Every scientist knows this, but it doesn’t pay to say so. What makes a whole lot of economic and political sense is to blame global warming on humans and create laws that keep the status quo and prevent up-and-coming nations from developing. Global warming, as a political vehicle, keeps Europeans in the driver’s seat and developing nations walking barefoot.

(Professor Kunihiko Takeda in Japan Times)

Ada scientist yang bersedia menjelaskan lebih lanjut?



Blog EntryThe Key Jul 13, '08 8:48 PM
for everyone
I tried to teach my child with books,
he gave me only puzzled looks.
I tried to teach my child with words,
they passed him by often unheard.
Despairingly I turned aside,
"How shall I teach this kid?" I cried.
Into my hand they put the key,
"Come," he said, "play with me."

(anonymous, from universalpreschool)


Blog EntryThe Story of StuffJul 5, '08 7:40 PM
for everyone
Entah berapa kali saya menonton film ini. Pertanyaannya selalu sama, saya bisa melakukan apa?

Ada banyak cara dan jalan untuk terlibat. Salah satunya, yang paling dekat dengan peran ibu, kurangi belanja. Nah, ini namanya sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Mengurangi frekuensi (dan kuantitas) belanja bukan hanya bagus untuk kantong, tapi juga baik untuk lingkungan.

Blog EntryPeaceful CountryJul 5, '08 6:33 PM
for everyone
Jepang ada di urutan kelima negara teraman di dunia untuk tahun 2008, di bawah Iceland, Denmark, Norwegia dan Selandia Baru. Urutannya diperoleh berdasarkan perhitungan indikator terkait seperti tercantum dalam Global Peace Index.

Indonesia ada di mana? scroll down terussssss sampai di nomor... 68. Posisi yang persis ada di bawah China, di atas Mesir. Jauh lebih tinggi daripada Amerika Serikat yang ada di urutan 97. Kok bisa? Karena Amerika Serikat terlibat dalam perang dengan negara lain. Juga karena negara ini dianggap sebagai negara yang besar kemungkinan jadi sasaran teroris.

O iya, katanya, kalau saja Jepang tidak terlibat dalam perang di Irak, posisinya bisa naik di nomor 1.



Blog Entry2 Tahun Berarti..Jul 1, '08 6:24 PM
for everyone
Senang menjadi pribadi yang mandiri,
Kata favoritnya adalah 'Punyaku!', 'Enggak!' dan 'Aku bisa sendiri!'
Emosinya seperti roller coaster, semenit lalu masih tertawa, lalu menangis dan rewel, kemudian tertawa lagi
Sudah lebih punya kepercayaan diri,
Masih belum bisa lepas dari pengasuhnya,
meski begitu, sudah mulai tertarik bermain dengan teman sebaya.

~benar-benar Zahra banget deh...~

Ingin lebih tahu lebih jauh soal anak umur dua tahun, bisa membaca di sini.

-- kue ulang tahun buat Zahra baru saja selesai dikukus..


Blog EntryTertarik Membuat Sandwich?Jun 20, '08 11:38 PM
for everyone
Saya tertarik membuatt roti isi. Apalagi karena kabarnya, di supermarket sulit ditemukan sandwich yang aman dimakan. Bapaknya anak-anak suka sekali membuat roti tawar sendiri. Suatu saat mungkin akan membuat sandwich yang lengkap seperti biasa dilihat di etalase supermarket.

Bagaimana cara membuat sandwich yang pas? Ada formula canggih yang bisa dipakai. Aslinya, formula ini ditemukan di Inggris. Tapi tidak ada salahnya coba untuk dipakai di negara lain. Ubah sedikit datanya sesuai keadaan.

Pilihan yang saya pakai adalah : roti putih, dipotong tipis, menggunakan margarine (kebetulan masih ada margarine merk Indonesia berlabel halal), tanpa acar (ayah bukan penggemar acar), keju yang dipakai adalah supermarket own brand mild cheddar, pakai lettuce dan tomat iris, dioles mayonnaise.

dan hasilnya : (sengaja tidak diterjemahkan, mohon maaf)
according to the west country sarniematic 6, the blueprint for perfect cheese sarnie is as follows:
white bread 10 mm
tomato 4 mm (4 slices of average tomato)
lettuce 3 mm (about 2 leaves)
cheddar 4.86 mm
mayo 2 mm (about 2 teaspoons)
margarine 1 mm (average spread thickness)
white bread 10 mm
The optimum thickness of supermarket own bread mild cheddar for your sarnie strata selection is 4.86 mm

Too good to be true.

Pertanyaannya sekarang: bagaimana caranya memotong keju setebal 4.86 mm?

Blog EntryAirmata Penyembuh Luka*Jun 18, '08 6:13 PM
for everyone

Jika airmata mampu mengobati luka

Tak akan ragu kutumpahkan semua

Tapi tidak,

Airmata tak membuat luka itu tiada

Waktu (dan doa)

kan membantu menyembuhkannya

Barangkali ia menghilangkan dosa-dosa

Semoga saja..





*puisi sakit gigi


Blog EntryMisteri GajahJun 11, '08 2:48 AM
for everyone

“Ibu, boleh enggak makan zoo-san?” kata Hafiz satu hari.

“Eeehh?” saya memastikan kalau tidak salah dengar. Zoo-san, dalam bahasa Indonesia artinya gajah, boleh dimakan tidak?

“Boleh makan zoo-san enggak?” siaran ulang dari Hafiz.

“Mmm… boleh enggak ya?” saya berpikir keras. Siapa yang mau makan gajah? Berpikir berulang-ulang, mencoba mengingat-ingat, barangkali saja pernah ada informasi di satu daerah ada yang memakan gajah. Ada? Mmm…

“Boleh barangkali. Asal disembelih dengan menyebut nama Allah, boleh.”

Hafiz berhenti bertanya. Tapi sungguh, kepala saya tak berhenti berpikir. Boleh tidak makan gajah?

Dalam kesempatan kumpul keluarga, pertanyaan itu saya ajukan ke ayahnya. Tentu dengan mengatakan kalau itu pertanyaan dari Hafiz. Ada tidak orang dewasa yang menanyakan hal seperti itu? Ada, tapi bukan saya.

Boleh tidak makan gajah?

“Yaaa… kalau yang jelas gak boleh kan babi, anjing dan binatang buas.” Jawaban yang masih mengambang.

Apa perlu kirim email untuk bertanya ke ustadz di eramuslim, supaya tahu hukum syariahnya?

Terlalu berlebihan. Hafiz juga barangkali sudah cukup puas dengan jawaban pertama.

Buat saya, soal gajah ini masih jadi misteri.


Blog EntryDoa Untuk Ananda AbyanMay 24, '08 7:18 AM
for everyone
Mohon doanya untuk kesembuhan ananda Abyan, ya..

Ella adalah teman sekelas saya. Sudah lama sekali rasanya tidak berkirim kabar. Putra pertamanya, Muhammad Abyan Al Kautsar, saat ini tengah menjalani operasi jantung pertamanya di RS Harapan Kita Jakarta. Semoga Allah SWT memberi kesembuhan bagi ananda Abyan. Mudah-mudahan kedua orang tuanya diberi kekuatan, kesabaran dan ketabahan.



Blog EntryHilangMay 22, '08 10:15 PM
for everyone

Kehilangan uang seringkali ditafsirkan sebagai peristiwa yang mengingatkan seseorang untuk lebih banyak bersedekah. Apa tafsiran yang dianggap sesuai untuk momen kehilangan file di komputer?

Tak ada, kecuali bahwa pekerjaan harus diulang lagi. Ah, saya berharap bisa semudah itu.

Ulangi lagi.


Blog EntryBLARRR!!!May 22, '08 10:13 PM
for everyone

Satu momen paling kritis dalam perjalanan hidup sehari-hari dengan tiga anak balita adalah ketika sang anak mengantuk. Ini waktu yang penuh perjuangan. Episodenya seringkali dilewati dengan rewel, tangisan dan apa pun adalah sebuah kesalahan buatnya.

Nah, jika episode anak mengantuk-rewel-masih ingin bermain ini bertemu dengan orang tua (baca: ibu) yang kelelahan-kelebihan beban-masih banyak pekerjaan menunggu diselesaikan, yang umumnya terjadi adalah.... BLARRR!!!!


Blog EntryOrang Yang SamaMay 5, '08 8:55 AM
for everyone

Saya senang berbelanja ke supermarket pagi-pagi. Resminya, marukyo buka jam sepuluh pagi. Tapi jam sembilan sudah bisa dipakai untuk berbelanja. Pagi hari itu kasirnya hanya satu orang. Tapi pembelinya juga masih belum banyak. Dan itu salah satu alasan kenapa belanja pagi menyenangkan.

Belanja pagi hari juga punya sisi lain. Kita memilih barang sambil memperhatikan karyawan lalu lalang memasukkan barang jualan di raknya. Seorang pria berkacamata menurunkan barang dari truk pengangkut, mengangkatnya ke troli dan membawanya ke dalam. Pria berpostur pendek mengurusi sayuran dan bunga. Membawa kardus buah dari gudang, memindahkan keranjang bunga, dan menyusun sayuran di rak saji.

Hari Senin, pria berkacamata mengangkat barang ke troli dan membawanya ke dalam. Bolak balik. Pria berpostur pendek juga ditemui di bagian sayuran.

Hari Selasa, kedua orang itu juga mengerjakan hal yang serupa.

Rabu, masih begitu juga.

Kamis, Jumat, Sabtu dan bahkan, Ahad juga, mereka melakukan hal yang tidak jauh berbeda.

Kasihan sekali. Marukyo hanya tutup dua hari di awal tahun. Dua hari! Artinya dalam setahun ada hari kerja selama tigaratus enam puluh tiga hari. Wow.. Saya membayangkan kedua orang itu bekerja -menurunkan barang, mengangkat barang, menyusunnya di rak- bolak balik. Setiap hari selama tiga ratus enam puluh tiga hari.

Barangkali saya berlebihan. Tentu saja mereka punya hari libur. Akan sangat tidak manusiawi jika tidak ada. Barangkali hanya kebetulan saya sering melihat – hampir selalu bertemu mereka- saat berbelanja. Saya juga kan tidak berbelanja setiap hari.

Jepang memang kekurangan tenaga kerja. Di supermarket itu saja, setiap hari ada lowongan kerja paruh waktu yang dibuka. Belum lagi di tempat lain.

Masuk akal jika banyak karyawan yang bekerja hingga larut malam, bahkan dini hari. Salah satu yang sering diungkap sebagai alasannya adalah etos kerja yang tinggi. Tapi juga tidak bisa mengesampingkan fakta bahwa hanya ada sedikit orang untuk tugas yang banyak. Di tempat lain (baca: negara lain), pekerjaan yang ada mungkin dilakukan oleh dua orang. Tapi di sini, karyawan harus mengerjakannya sendiri.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help