:: Beyond Dreams ::

Blog EntryAnak-anak Tidak Dititipkan?Apr 14, '07 4:14 AM
for everyone
“Anak-anak tidak dititipkan di hoikuen?” Tanya seorang teman.

“Bagaimana ya…. Anak kedua saya masih terlalu kecil. Kasihan.” Jawab saya.

“Memang umurnya berapa?”

“Sembilan bulan.”

“Sudah besar kan. Sudah bisa dititipkan.”

Sembilan bulan, sudah besar? Memang sudah bisa dititipkan di hoikuen. Beberapa teman melakukannya. Tapi sebetulnya saya punya banyak alasan untuk tidak menitipkan anak-anak ke hoikuen selain usia.

Alasan pertama dan utama, saya tidak punya dasar kuat untuk menitipkan di hoikuen. Saya tidak bekerja, juga tidak kuliah. Satu alasan ini saja sudah cukup untuk tidak menitipkan anak-anak. Perlu surat keterangan (someso ya?) untuk dapat memasukkan anak-anak ke hoikuen.

Alasan kedua adalah usia tadi. Ada penelitian yang menyebutkan bahwa bayi-bayi berusia di bawah satu tahun yang ditempatkan di tempat penitipan anak selama 20 jam setiap pekannya, berkembang menjadi anak dengan pribadi yang merasa tidak aman (curiga kepada orang sekitarnya). Mereka juga menjadi seorang yang agresif, tidak penurut, dan menarik diri dari kawan-kawannya. Terlalu ilmiah? Untuk mudahnya, saya belum tega menitipkan putri kecil saya bersama orang lain.

Alasan lainnya adalah soal pulang dan pergi ke hoikuen setiap hari, lima hari seminggu. Saya malas membayangkan pergi pagi hari mengantar anak-anak, menjemputnya lagi di sore hari. Musim semi dan panas, oke lah. Musim gugur dan dingin? Repot membayangkannya.

Satu alasan yang sering saya pikirkan berkait dengan doa untuk orang tua. Perhatikan artinya: Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, kasihanilah mereka dengan kasih sayang-Mu, sebagaimana mereka telah mendidik dan memeliharaku sewaktu kecil. Sewaktu kecil! Dulu saya sering bertanya apa hikmah doa ini. Saat ini, saya memaknai doa ini sebagai balasan bagi orang tua atas perlakuan mereka terhadap anak-anaknya.

Saya sering merasa sedih jika memperlakukan anak-anak dengan tidak semestinya. Berpikir, jika suatu saat mereka mendoakan saya dan Allah SWT berkenan mengabulkannya, apa yang akan terjadi? Maka sebenarnya, perbuatan yang saya lakukan pada anak-anak akan kembali kepada saya nantinya. Egois ya? Memikirkan anak-anak padahal sebenarnya memikirkan diri sendiri.

Buat saya, mengasuh mereka di rumah adalah hal terbaik yang bisa saya lakukan. Tidak selalu di setiap saat saya bersama mereka, saya melakukan hal yang baik. Ada saja waktu di mana saya bersikap tidak semestinya (Astaghfirullah…) Tapi saya berharap banyak waktu yang dijalani bersama anak-anak adalah saat-saat terbaik. Seorang bijak mengatakan, hadiah terbaik bagi anak untuk memotivasinya adalah “waktu luang bersamanya.” Hadiah terbaik bagi anak? Aahh.. itu hadiah terbaik bagi saya juga.


14 CommentsChronological   Reverse   Threaded
nesiari wrote on Apr 14, '07
masa kecil takkan terulang..., dan anak-anak cepat besar... empat jempol! btw, takjub juga dengan kata-kata teman ummu itu... ^ - ^. biasanya orang bilang begitu karena dia sendiri tak yakin dengan pilihannya, karenanya merasa kurang aman, dan untuk menutupinya, ia "mengkritik" orang yang tak sejalan dengannya... wallahu a'lam...
afiati wrote on Apr 14, '07
teman saya mungkin merasa kalau pilihan saya 'aneh', 'di luar kebiasaan'. Dari sekitar 20 keluarga Indonesia di sini, setahu saya hanya 3 yang memilih tidak menitipkan anak-anaknya di hoikuen. jadi wajar kalau pilihan kami bertiga dianggap nyeleneh.
dianrachma wrote on Apr 14, '07
di jepang ada hoikuen dan youchien................setiap orang punya pilihan untuk anak-anaknya...............................kalau saya memang ngga tega nitipkan anak, he he....................................................'pernah ada yang bilang mumpung ada fasilitas kenapa ngga di gunakan dengan baik hoikuen itu',
kalo ngga salah hoikuen dan youchien itu beda..........bukan cuma nama tapi arahannya gitu kalo ngga salah.
afiati wrote on Apr 14, '07
iya. di fukuoka, youchien yang ada biayanya mahal. per bulan sekitar 30rb hanya untuk biaya sekolahnya aja, belum untuk hal lainnya. bandingkan dengan hoikuen yang gratis...
andinirizky wrote on Apr 14, '07
kutipan dari buku "kosodate happy advice" seri 1, ditulis daiji akehashi (psikiater, school counselor, kepala rumah sakit jiwa, de el el), yang sampai hari ini masih jadi best seller.
(liat aja di toko buku, pasti ada.)

"hasil penelitian dari kementerian kesejahteraan jepang tahun 2003: "lamanya waktu yang dihabiskan anak di hoikuen ternyata tidak mempengaruhi perkembangan anak, sedangkan bagaimana anak makan di tengah keluarga mempengaruhi pertumbuhan anak."

kesimpulan:
jika ibu berpikir "saya tidak bisa melakukan dua hal sekaligus. saat anak-anak masih kecil, mendingan konsentrasi membesarkan anak", silakan konsentrasi membesarkan anak di rumah.

jika ibu berpikir "saya kalau di rumah terus untuk membesarkan anak, malah menumpuk stress. lebih baik saya menitipkan anak lalu bekerja. dengan bekerja di luar, saya lebih sayang pada anak-anak", silakan bekerja di luar"

menurut saya sih, mbak ev, yang harus menyetujui jalan hidup kita ya... kita sendiri ^-^
afiati wrote on Apr 14, '07
betul, betul. setuju!
makasih, mba andini.
d3w1chan wrote on Apr 15, '07
hihihi kemarin saya pas antar si sulung les berenang ditanya juga ke oleh seorang kakek yang mengantar cucunya les renang karna ibu si cucu bekerja.. si kakek juga bilang masukin aja anakmu(yang kecil) ke hoikuen saya hanya senyum2 saja karna memang tidak ada rencana memasukkan si kecil ke hoikuen.. ^_^ dan si kecil menjawab sendiri perkataan kakek itu dengan [iya da!!, ikanai! ibu to ga ii!]( ngga mau, ngga mau pergi ke hoikuen, saya mau sama ibu !) hihihi...
azikra wrote on Apr 15, '07
sesuaikan saja dg kebutuhan dan kondisi masing2 ya...
tiap org mumgkin punya pertimbangan sendiri2.
dianrachma wrote on Apr 15, '07
Andini, maksudnya perkembangan anak itu dari sisi yang mana? mental dan fisiknya? atau bagaimana?

"hasil penelitian dari kementerian kesejahteraan jepang tahun 2003: "lamanya waktu yang dihabiskan anak di hoikuen ternyata tidak mempengaruhi perkembangan anak, sedangkan bagaimana anak makan di tengah keluarga mempengaruhi pertumbuhan anak."

Ini maksudnya walaupun waktu yang dihabiskan dalam keluarga sedikit, itu yang mempengaruhinya ya? terus pengeruh lingkungan di luar(hoikuen itu) walau lama waktunya ngga ada pengaruhnya ya sama sekali?
Masih ngga mudeng nih...........................
andinirizky wrote on Apr 15, '07
iya ya. buku itu gak detil juga ngejelasinnya. kan susah ya mau percaya. tapi kalo mau nyari detilnya pasti ada di buku putih kementerian kesejahteraan tahun 2003. tapi biasanya buku putih itu tebel, bahasanya njlimet, susah lagi nyarinya. di perpus universitas ada kali ya? kalo lagi bikin skripsi bolehlah cari-cari...
afiati wrote on Apr 15, '07
hihihi kemarin saya pas antar si sulung les berenang ditanya juga ke oleh seorang kakek yang mengantar cucunya les renang karna ibu si cucu bekerja.. si kakek juga bilang masukin aja anakmu(yang kecil) ke hoikuen saya hanya senyum2 saja karna memang tidak ada rencana memasukkan si kecil ke hoikuen.. ^_^ dan si kecil menjawab sendiri perkataan kakek itu dengan [iya da!!, ikanai! ibu to ga ii!]( ngga mau, ngga mau pergi ke hoikuen, saya mau sama ibu !) hihihi...
hehe... adeknya aimee pinter ya, pengen sama ibunya. Hafiz lagi maunya sama ayahnya terus tuh. kalau dimasukkin ke hoikuen makin gak mau sama ibunya ntar, hehe..
afiati wrote on Apr 15, '07
azikra said
sesuaikan saja dg kebutuhan dan kondisi masing2 ya...
tiap org mumgkin punya pertimbangan sendiri2.
betul, mba. kalau saya kan gak ngapa-ngapain, kerja enggak, kuliah enggak. anak-anak sama saya aja deh, biar gak sepi.
dianrachma wrote on Apr 15, '07
kebetulandapat penjelasan ibu psikolog di suatu milis, bahwa waktu dan lamanya kebersamaan dengan anak itu berpengaruh........gitu............makanya dapet info yang lain jadi ingin tahu
keluargaadolfsson wrote on Jun 25, '07
Sebenarnya....kalau wanita mau memikirkan fitrahnya yg sdh ditentukan Allah Swt hidup ini akan tersa lebih indah....cuma kadang2 ada wanita2 yg terlalu takut dibilang ngga INTELEK, jadi cobalah cari kesibukan yg sebenarnya menyibukkan diri sendiri dan lebih suka di lihat dan dipikir orang Ia adalah wanita yg sibuk selalau. Aku tiiiidak mengerti....Apa yg kau cari wanita??????........
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help