:: Beyond Dreams ::

Reviews

ReviewReviewReviewWhen I Was A BabyJan 19, '08 10:05 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Childrens Books
Author:Catherine Anholt
Seorang anak perempuan berusia tiga tahun, menyaksikan sang ibu mengeluarkan pakaian bayi, popok dan selimut, ingin mengetahui semua hal yang terjadi ketika ia masih bayi. Buku ini ditulis untuk anak penulis sendiri, tapi juga akan membantu anak lain untuk mempersiapkan diri menyambut adik baru.

Cerita dimulai ketika sang anak bertanya pada ibunya yang sedang melipat baju. Ia menanyakan baju apakah itu. Ibunya menjawab bahwa itu adalah baju bayi, baju yang dipakai sang anak ketika baru lahir. Dialog kemudian mengalir dengan pertanyaan anak yang dijawab sang ibu tentang hal-hal yang terjadi saat ia bayi. Apa yang dimakan, bagaimana ia mandi, apakah ia mengenakan popok, hingga peristiwa di ulang tahun pertamanya.

Seluruh cerita ditulis berdasarkan dialog ibu dan anak. Gambarnya sederhana, tapi sangat sesuai dengan cerita yang ditulis. Kekuatannya terletak pada bahasa dan ilustrasi yang mudah dipahami. Tak mengherankan jika buku ini punya kekuatan tersendiri, karena ditulis oleh seorang ibu untuk anaknya.

ReviewReviewReviewReviewReviewDunia KataJan 19, '08 10:01 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:M. Fauzil Adhiim
Menulis bukanah bermain kata-kata. Susunan kalimat yang indah bisa sangat membosankan kalau tidak memiliki makna yang kuat.

Kutipan itu adalah satu hal penting yang disampaikan Fauzil Adhim dalam buku ini. Buku setebal 235 halaman ini membahas banyak hal berkait dengan proses kreatif dalam hal menulis – fiksi mau pun nonfiksi.

Isi buku dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama, penulis buku best seller Indahnya Pernikahan Dini ini memaparkan pentingnya memiliki kekuatan jiwa dan sikap mental yang baik dalam menggerakkan kata. Bagian kedua menjelaskan langkah yang sebaiknya dilakukan untuk menjadi penulis hebat. Pada bagian terakhir, pembaca akan banyak belajar bagaimana caranya memberi makna pada kata.

Hal terpenting yang saya tangkap dari buku ini adalah belajar takkan memiliki makna tanpa melakukan. Karena itu, menulislah sekarang juga. Dan gerakkan dunia dengan kata-kata.

ReviewReviewReviewReviewVCD Akhlak QuraniAug 7, '07 11:09 PM
for everyone
Category:Other
Tontonan yang sedang jadi favorit di rumah. Lagu-lagunya enak didengar, iramanya menarik. Liriknya mudah dipahami dan gampang dihafalkan.

Satu lagu yang sedang jadi kegemaran seluruh keluarga --dinyanyikan hampir setiap hari-- adalah "Belajar Wudhu." (Lupa judul pastinya, cmiiw.) Hafiz sudah hafal syairnya. Ia menyebut lagu ini dengan "Cuci Tangan." Kalau sedang ingin menonton, katanya "Mau nonton VCD Cuci Tangan." Barangkali terinspirasi dengan syairnya, suatu kali Hafiz berhasil wudhu dengan urutan yang benar. Bisa jadi pelajaran berwudhu yang menyenangkan rupanya. Zahra juga senang dengan lagu ini. Ia akan memberi isyarat, memegang tangan kiri dengan tangan kanannya. Dan akan tersenyum mendengar saya menyanyikan lagu itu untuknya.

Saya akan lebih senang jika lagu "Peta Hidup Kita" - lagu yang jadi pembuka dan penutup di ketiga VCD produksi Akhlak Qurani - menggunakan bahasa yang baik dan benar di syairnya. "Diikuti" bukan "diikutin", "tidak" bukan "enggak." Saya mencoba menyanyikan lagu dengan syair yang diubah sedikit (maaf buat tim Rumah Qurani), ternyata masih bisa sesuai untuk nada yang ada.

ReviewReviewReviewMenyemai Cinta di Negeri SakuraAug 6, '07 11:34 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Lizsa Anggraeni dan Seriyawati
Sebuah buku tentang keseharian yang ringan dan menghibur. Keseluruhan tulisan punya benang merah yang jelas: muslim dan Jepang. Buat saya, buku ini: Jepang banget deh :)
Cerita yang disuguhkan ditulis dengan gaya bertutur yang enak dinikmati. Gaya penulisan keduanya juga mirip.

Kalau boleh tanya ke penulis, yang menulis bagian intermeso siapa ya? Rasanya agak aneh membaca bagian awalnya. Terutama bagian "Pendatang asing cukup berkembang di negara Jepang."

Yang juga kurang pas, adalah pemilihan foto untuk ilustrasi. Dua yang saya ingat misalnya gambar suasana sebuah supermarket dan suasana di kereta listrik. Sudut pengambilan gambar barangkali yang jadi penyebabnya.

Bagian lain, mungkin ada yang perlu direvisi kalau cetak ulang (mudah-mudahan). Di kata pengantar ditulis bahwa kedua penulis adalah ketua dan wakil ketua FLP Jepang (saya bingung pas baca, kayanya salah deh. Tapi juga gak pasti salahnya di mana.) Di bagian biodata penulis baru saya mendapat jawaban. Posisi yang tepat seharusnya adalah ketua dan sekretaris (betul begitu?)

Membaca biodata penulis, terutama biodata Mba Seri, ada kesalahan penulisan judul buku. Di situ ditulis, buku "Jepang, di sini Cinta Bersemi (Diary Kehidupan Dua Sahabat). Ketika membaca bagian itu, saya bertanya-tanya, ini buku yang mana ya? Mba Seri sudah menerbitkan dua buku kah? :)

ReviewReviewReviewReviewMari Kita Akhiri Kekerasan Pada Anak Mar 2, '07 5:39 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Parenting & Families
Author:Ratna Megawangi dkk
Saya sering terkejut sendiri ketika memarahi anak-anak. Kok bisa ya, saya marah sedemikian rupa? Membaca booklet setebal 20 halaman ini, saya seperti menemukan jawabannya. Tindakan itu saya lakukan secara spontan. Spontanitas yang terbentuk melalui sebuah proses yang panjang. Mungkin, di saat kecil dulu, saya pernah dimarahi dengan cara yang relatif sama oleh orangtua/guru/ orang dewasa yang mengasuh saya. Memori masa kecil itu kemudian tersimpan dalam otak kecil (alam bawah sadar) dan muncul kembali ketika mengalami tekanan kejiwaan yang menyebabkan kesal dan marah.

Jadi, letak kesalahan ada pada orang dewasa yang mengasuh dulu? Tidak. Bisa jadi para orang dewasa itu pun pernah mengalami hal yang sama di masa kecilnya. Begitu seterusnya, dan hal yang sama kemudian menurun dari generasi ke generasi.

Tentu saja hal itu bisa dihentikan jika kita mau menyadari kesalahan dan berhenti melakukan perbuatan yang sama. STOP. Setidaknya itu hal penting yang saya tangkap dari booklet berjudul Mari Kita Akhiri Kekerasan Pada Anak yang ditulis Ratna Megawangi, Edy Wiyono, dan Herien Puspitawati ini.

Meskipun tipis, booklet ini isinya padat. Berulang-ulang saya baca untuk bagian tertentu. Mungkin karena singkat dan padat, jadi lebih menarik untuk dibaca lagi dan lagi. Buku ini mengajak pembaca untuk (berusaha) mengakhiri kekerasan (dalam berbagai bentuk) yang selama ini dilakukan orang tua.

Hal yang penting untuk dibaca dalam booklet ini adalah tips untuk mendisiplinkan anak-anak tanpa kekerasan, dan hal-hal yang perlu diketahui tentang perilaku anak yang wajar menurut tahap-tahap perkembangan moral anak..

Sesungguhnya anak-anak tidak pernah bermaksud sedikit pun membuat orang tuanya marah. Apa yang mereka lakukan adalah proses alami untuk berusaha mendekatkan diri pada orang tuanya (halaman 3).

ReviewReviewReviewReviewPendidikan yang Patut dan MenyenangkanMar 2, '07 5:37 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Parenting & Families
Author:Ratna Megawangi dkk.
Satu kali saya memberi kakak (anak pertama, usianya belum 3 tahun) buku mewarnai bergambar shinkansen. Maksudnya, supaya kakak bisa belajar mewarnai berdasarkan pola yang ada. Selain itu, shinkansen adalah benda yang disukai kakak. Ternyata, buku seperti itu (mirip lembar kerja siswa) termasuk dalam buku yang tidak cocok untuk anak berusia di bawah 6 tahun. Setidaknya itu yang saya baca dari buku berjudul Pendidikan yang Patut dan Menyenangkan, Penerapan Teori DAP Anak-anak usia 0-8 tahun yang ditulis oleh Ratna Megawangi dan kawan-kawan.

Pendidikan yang Patut dan Menyenangkan adalah terjemahan bebas dari konsep Developmentally Approriate Practices (DAP). Konsep DAP muncul karena banyaknya kurikulum di sekolah Amerika pada kurun 1960 – 1970 an yang tidak sesuai dengan tahapan perkembangan anak (terutama untuk anak usia 8 tahun). Kenapa tidak sesuai? Karena kurikulum yang lama dianggap telah mematikan kecintaan dan semangat anak untuk belajar.

Bagaimana praktek pendidikan yang patut dan tidak patut sebenarnya? Ini salah satu contohnya, pendidikan untuk Taman Kanak-Kanak. Anak diajarkan menghafal nama angka-angka tanpa memahami konsep dari bilangan yang disebutkan. Misalnya, diminta menyebutkan nama atau urutan angka, 1 sampai 10. Cara seperti itu, termasuk cara yang tidak patut. Dalam pendidikan yang patut dan menyenangkan, anak belajar memahami konsep berhitung dengan menggunakan benda konkrit lewat bermain. Misalnya, anak diajak menghitung jumlah buah-buahan yang ia masukkan ke dalam keranjang ketika bermain belanja-belanjaan.

Belajar IPS untuk anak SD, misalnya. Termasuk cara yang tidak patut jika anak diminta membaca wacana tentang pasar kemudian menjawab pertanyaan seputar wacana. Dalam pendidikan yang patut, anak akan melakukan kunjungan ke pasar, atau anak menyebutkan nama-nama pasar yang ada di kotanya dan menggambarkan pasar yang terdekat dengan rumah. Dapat juga meminta anak melakukan kunjungan ke pasar dan mengamati proses jual beli di pasar. Atau, anak dapat memilih salah satu jenis produk, kemudian mendata berbagai harga yang ditawarkan dan hal lain yang menjadi pertimbangan sehingga anak memutuskan produk yang akan dibelinya.

Dari segi penulisan, buku ini ditulis seperti sebuah laporan penelitian. Rasanya saya seperti membaca bab tinjauan pustaka karena banyak paparan yang menerangkan teori-teori perkembangan anak dari berbagai ahli, mulai dari Piaget hingga multiple intellegences dari Goleman.. Meskipun begitu, buku ini punya manfaat besar memberi pemahaman dan contoh praktek pendidikan yang patut dan menyenangkan.

ReviewReviewReviewLife ExcellentFeb 17, '07 7:20 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Reza M Syarief
Reza M Syarief kali ini hadir dengan buku berjudul Life Excellent: Menuju Hidup Lebih Baik. Buku ini banyak diisi dengan kajian-kajian tentang bagaimana mengisi hidup, mulai bagaimana menata pikiran hingga memotivasi diri untuk membuat hidup menjadi lebih baik.

Banyak konsep hidup yang diungkapkan oleh Reza ‘Supertrainer’ Syarief. Di awal buku, Reza mengkritik sikap banyak orang yang disebutnya memiliki prinsip “pasrahisme”. Sikap yang menerima apa adanya, tidak ada ruang untuk protes. Disebutnya, sikap itu bukanlah termasuk dalam sikap tawakal, karena tawakal terjadi setelah melewati proses ikhtiar plus doa.

Konsep lain yang diungkapkan di antaranya adalah konsep tentang kecerdasan motivasi. 4 langkah mengembangkan kecerdasan motivasi yang dikemukakan Reza Syarief mirip dengan teori kebutuhan yang dikemukakan David McClelland. Bedanya, Reza mengembangkan satu motivasi lain, yaitu competence motivation (halaman 250). Sayangnya, meskipun istilahnya mirip satu sama lain, Reza Syarief sama sekali tidak mengungkapkan tentang teori kebutuhan McClelland itu.

Buku setebal 284 halaman ini ditulis dengan gaya bahasa percakapan. Para pembaca disebut Reza sebagai ‘insan sejati’. Terdapat 9 bab dalam buku ini. Seluruh kajiannya menyajikan pula pembahasan dari sudut pandang Islam dan mengemukakan pula dalil yang mendukungnya. Contohnya bagaimana Islam mengajarkan umatnya berkomunikasi dengan ahsanu qaulan seperti yang dijabarkan dalam al qur’an (halaman 159).

Penjabaran konsep dalam buku ini semakin menarik dengan diberikannya istilah-istilah yang sudah dikenal dengan arti baru. Hal ini dalam beberapa sisi dapat membingungkan, tapi dapat pula menjadikan konsep lebih mudah dipahami. Misalnya, MBA yang selama ini umum diartikan sebagai Master of Business Administration diartikan Reza sebagai management by accident dan management by anticipation (halaman 79). Istilah lainnya, SARS yang dalam dunia kedokteran diartikan sebagai Syndrome Accute Respiratory Sytem, dalam buku ini diartikan sebagai senses of direction, affiliation, role of life, smiling (halaman 280).

Buku ini layak dimiliki kaum muslimin yang berupaya memperbaiki keadaan dirinya, mereka yang berupaya menjadikan hidupnya menjadi lebih baik. Para pembacanya akan merasakan energi motivasi yang luar biasa dari penulisnya. Pembaca akan menikmati sajian yang diberikan, di samping juga akan memperoleh ilmu dan pengetahuan tentang bagaimana mengisi hidup dari pandangan seorang Reza ‘supertrainer’ Syarief.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help