:: Beyond Dreams ::

eva's posts with tag: keluarga

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag keluarga
Blog Entryさんかく の おにぎりAug 19, '08 9:57 PM
for everyone
Saya bukan penganut paham Glenn Domann. Pakai flash card sejak bayi, untuk membantunya belajar membaca dan matematika. Bukan karena saya tahu bahwa teori Glenn Domann digolongkan sebagai pseudoscience. Salah satu alasan (terbesar) sebenarnya adalah malas. Lagipula saya tidak melihat pentingnya anak mampu membaca di usia dini. Apa ada penelitian yang membuktikan bahwa anak yang sudah bisa membaca di usia dini lebih sukses dan bahagia di masa depannya?

Urusan belajar membaca, saya lebih ingin anak-anak bisa membaca atas kemauannya sendiri. Setiap anak berbeda. Ada yang usia 3 tahun sudah bisa membaca (tanpa dipaksa), ada yang bahkan sampai usia 7 tahun pun belum lancar membaca. Salah satu anak Marty Layne baru bisa membaca di usia 8 tahun. Dan menurut ibunya di buku Ibuku Guruku, tidak ada perbedaan berarti di usia remajanya dengan saudara-saudaranya yang sudah bisa membaca di usia sebelumnya. Di Finlandia (saya sangat senang mengutip kegiatan belajar mengajar di negeri itu), anak-anak baru diajari membaca usia 7 tahun. Alasannya, anak usia itu sudah mempunyai kemampuan memahami isi bacaan lebih baik daripada mereka yang belajar membaca di usia lebih muda.

Di rumah, ada banyak buku bacaan untuk anak-anak yang dibeli di flea market. Ada juga majalah dengan beragam aktivitas untuk anak-anak sesuai usianya. Ada lagi mainan alphabet board yang saat dipencet mengeluarkan bunyi sesuai huruf yang ditekan. Acara anak-anak di televisi dan VCD juga beberapa kali menayangkan kegiatan belajar membaca dalam suasana menyenangkan khas anak-anak. Begitulah.

Suatu hari Hafiz pergi bersama ayahnya membeli diapers untuk adiknya. Pulang dari toko obat, ayahnya bercerita kalau Hafiz menunjuk papan nama toko sambil menyebut ri-su-ku. Eh?
“Iya, maksudnya ku-su-ri, tapi dibaca dari kanan”
Ooohh… barangkali karena pernah diajari iqro, Hafiz cenderung membaca dari kanan ke kiri.

Hafiz kemudian sering sekali membawa buku dan bertanya, “Ini bacanya apa?”
Berita baik kalau Hafiz sedang belajar membaca. Tapi, yang dia kuasai sekarang adalah.. huruf hiragana.

Sepuluh tahun lagi barangkali kemampuan membaca hiragana yang dimiliki Hafiz akan hilang tergerus waktu. Catatan ini akan membantu mengingatkan suatu masa ketika ia menunjukkan satu baris di buku shimajironya.
“Ibu, ini dibacanya sangkaku no onigiri ya?”

**

Pengakuan jujur, si ibu masih sulit membedakan huruf ro dan ru, me dan nu dalam rangkaian huruf hiragana. Dan sekarang harus mengajari anaknya belajar membaca? Oh..


Resepnya super gampang. Krim (200 ml) dikocok kaku, beri gula secukupnya. Dinginkan. Sajikan dengan hiasan cherry, potongan kiwi dan daun mint.

Foto dibuat untuk diikutsertakan dalam Red & White Foodie Photography Contest.








Blog EntryMenangkap TonggeretAug 12, '08 4:17 AM
for everyone
Penasaran dengan antusiasme anak-anak Jepang menangkap semi (tonggeret dalam bahasa Indonesia, cicada dalam bahasa Inggris), akhirnya dibelilah perangkap semi di toko 100 yen. Tidak menunggu lama, beberapa menit sesudah dibeli langsung diuji coba.

Mendekati jam dua belas siang. Panas. Menduga tak akan menemukan banyak semi karena suaranya mulai berkurang.

Plup!
Percobaan pertama gagal. Semi terbang sebelum masuk perangkap.

Beberapa semi hinggap di dahan yang terlalu tinggi untuk diraih. Cari di pohon lain, ada!

Plup!
Satu semi. Anak-anak berseru kegirangan. Tapi takut-takut untuk mendekati.
Semi itu kemudian dilepaskan lagi.

Plup!
Semi kedua ditangkap. Lalu yang ketiga. Dilepaskan kembali dan terbang entah ke mana. Anak-anak menjerit tapi gembira melihat semi beterbangan.

Semi-semi kemudian ditangkap, dan dilepas lagi. Semi lain ditangkap dan dilepas kembali. Ditangkap, dilepas. Ternyata tidak terlalu sulit menangkapnya. Pantas saja anak-anak senang. Barangkali juga karena jumlahnya banyak sekali. Suaranya yang sahut-sahutan di pagi hari membuat teriakan anak-anak jadi tidak terdengar di luar.

Bunyi bel kota menandakan jam sudah tepat di angka dua belas. Karena berada di bawah pepohonan, terik matahari jadi tidak terlalu terasa.

Tak ada semi yang dibawa pulang. Tapi rasanya senang sekali sudah mencoba sesuatu yang baru.

‘Ibu, semi rumahnya di mana?’

Tahu tidak, Nak, Ibu juga tidak mengerti di mana ia tinggal. Di pepohonan kah, atau di dalam tanah seperti musim sebelumnya?
Akankah ia pulang ke rumahnya? Adakah jeratan perangkap kami siang itu membuat mereka terluka dan tak bisa kembali ke tempat asalnya?

Semoga saja tidak, dan mereka baik-baik saja.


Blog EntryMenjadi Orang Tua Itu MenyenangkanAug 12, '08 4:06 AM
for everyone
Para orangtua harus diberitahu bahwa membesarkan anak itu menyenangkan. Karena itu adalah hal yang sebenarnya terjadi. Ungkapan itu diberikan oleh Yoko Sagae pada Judith Kawaguchi, wartawan Japan Times.

Yoko Sagae adalah kepala sekolah sebuah taman kanak-kanak di Tokyo. Ia telah mengasuh lebih dari 1700 anak - dan orang tua mereka- selama 31 tahun keterlibatannya dalam pendidikan anak usia dini.

Banyak hal yang diungkapkan oleh Yoko Sagae. Salah satunya adalah bahwa anak-anak selalu punya alasan untuk menangis. Biasanya perilaku orang dewasa lah yang menyebabkan mereka marah dan terluka. Kita seharusnya mendengarkan lebih banyak dan mengurangi kemarahan.

Ibu kepala sekolah yang disenangi orang-orang di lingkungannya itu juga mengungkapkan bahwa belakangan ini semakin banyak anak-anak yang mencari perhatian orang lain. Anak-anak ini biasanya mudah dikenali saat pertama kali bertemu. Ada saja perbuatan tidak biasa yang mereka lakukan untuk menarik perhatian. Penyebabnya biasanya adalah kekurangan kasih sayang di rumah. Pelukan biasanya akan membantu anak-anak ini untuk kembali merasa nyaman dan rileks.

Menurut Sagae, orangtua harus konsisten dengan peraturan yang mereka miliki. Saat orangtua mengeluh anak-anak tida menuruti perintah mereka, sangat mungkin itu adalah kesalahan orang dewasa. Orangtua sering sekali cepat mengubah kebijakan mereka, tergantung jadwal yang mereka miliki. Anak-anak tidak bisa mengikuti pola ini.

Sagae juga menekankan pentingnya seorang ibu berada di rumah paling tidak hingga anaknya berusia 3 tahun untuk menyediakan makanan bergizi bagi keluarga. Kemampuan merasakan berbagai rasa makanan dipelajari sejak bayi dan akan terbentuk saat anak berusia 3 tahun. Karena itulah peran penting ibu diperlukan.

Sesuatu yang dipandang sebagai ‘bullying’ terkadang sebenarnya bukan, kata Sagae. Di dunia orang dewasa, saat kita menikmati makan malam dan sedang asyik berbincang-bincang, kita tak ingin ada orang ketiga yang tiba-tiba datang dan terlibat. Tapi kita mengharapkan anak-anak untuk tidak egois, menjadi orang yang sempurna dan selalu mengijinkan anak lain untuk bermain dalam permainan yang mereka lakukan.

Yoko Sagae, yang merasa bersyukur memiliki anak dan suami yang selalu membuatnya merasa muda dan gembira, mengatakan bahwa berada di rumah sama baiknya dengan bepergian. Dunia ini sangat besar, bahkan di dalam rumah. Contohnya, menanam bunga atau menanam kacang, menikmati upacara minum teh, memasak dan merayakan sesuatu adalah kegiatan yang tidak membutuhkan biaya banyak dan sangat mudah dikerjakan. Orangtua sering berasumsi bahwa pergi ski atau mengunjungi ‘theme park’ sangat menyenangkan untuk anak-anak mereka, tapi sebenarnya berbagi hal-hal kecil yang membahagiakan adalah juga sama pentingnya untuk keluarga.

Yoko Sagae mengingatkan bahwa anak-anak tidak memiliki pandangan untuk masa depan mereka. Mereka hanya paham bahwa mereka berada di sini saat ini, dan mereka melakukan semuanya terburu-buru seakan-akan itu adalah sebuah kesempatan terakhir.

**

Disarikan dari artikel Words To Live By, Japan Times.


Blog EntryPoin Pendidikan AnakAug 10, '08 6:35 AM
for everyone

~untuk mengingatkan diri sendiri~

LIMA POIN PENDIDIKAN DALAM ISLAM

Oleh Siti Aisyah Nurmi

Bunda, apakah ilmumu hari ini? Sudahkah kau siapkan dirimu untuk masa depan anak-anakmu? Bunda, apakah kau sudah menyediakan tahta untuk tempat kembali anakmu? Di negeri yang Sebenarnya. Di Negeri Abadi? Bunda, mari kita mengukir masa depan anak-anak kita. Bunda, mari persiapkan diri kita untuk itu.

Hal pertama Bunda, tahukah dikau bahwa kesuksesan adalah cita-cita yang panjang dengan titik akhir di Negeri Abadi? Belumlah sukses jika anakmu menyandang gelar atau jabatan yang tertinggi, atau mengumpulkan kekayaan terbanyak. Belum Bunda, bahkan sebenarnya itu semua tak sepenting nilai ketaqwaan. Mungkin itu semua hanyalah jalan menuju ke Kesuksesan Sejati. Atau bahkan, bisa jadi, itu semua malah menjadi penghalang Kesuksesan Sejati.

Gusti Allah Yang Maha Mencipta Berkata dalam KitabNya:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS 3:185)

Begitulah Bunda, hidup ini hanya kesenangan yang menipu, maka janganlah tertipu dengan tolok ukur yang semu. Pancangkanlah cita-cita untuk anak-anakmu di Negeri Abadi, ajarkanlah mereka tentang cita-cita ini. Bolehlah mereka memiliki beragam cita-cita dunia, namun janganlah sampai ada yang tak mau punya cita-cita Akhirat.

Kedua, setelah memancangkan cita-cita untuk anak-anakmu, maka cobalah memulai memahami anak-anakmu. Ada dua hal yang perlu kau amati:

Pertama, amati sifat-sifat khasnya masing-masing. Tidak ada dua manusia yang sama serupa seluruhnya. Tiap manusia unik. Pahami keunikan masing-masing, dan hormati keunikan pemberian Allah SWT.

Yang kedua, Bunda, fahami di tahap apa saat ini si anak berada. Allah SWT mengkodratkan segala sesuatu sesuai tahapan atau prosesnya.
Anak-anak yang merupakan amanah pada kita ini, juga dibesarkan dengan tahapan-tahapan.

Tahapan sebelum kelahirannya merupakan alam arwah. Di tahap ini kita mulai mendidiknya dengan kita sendiri menjalankan ibadah, amal ketaatan pada Allah dan juga dengan selalu menjaga hati dan badan kita secara prima. Itulah kebaikan-kebaikan dan pendidikan pertama kita pada buah hati kita.

Pendidikan anak dalam Islam, menurut Sahabat Ali bin Abitahalib ra, dapat dibagi menjadi 3 tahapan/ penggolongan usia:
1. Tahap BERMAIN (“la-ibuhum”/ajaklah mereka bermain), dari lahir sampai kira-kira 7 tahun.
2. Tahap PENANAMAN DISIPLIN (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun.
3. Tahap KEMITRAAN (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) kira-kira mulai 14 tahun ke atas.
Ketiga tahapan pendidikan ini mempunyai karakteristik pendekatan yang berbeda sesuai dengan perkembangan kepribadian anak yang sehat. Begitulah kita coba memperlakukan mereka sesuai dengan sifat-sifatnya dan tahapan hidupnya.

Hal ketiga adalah memilih metode pendidikan. Setidaknya, dalam buku dua orang pemikir Islam, yaitu Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) dan Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam), ada lima Metode Pendidikan dalam Islam.

Yang pertama adalah melalui Keteladanan atau Qudwah, yang kedua adalah dengan Pembiasaan atau Aadah, yang ketiga adalah melalui Pemberian Nasehat atau Mau’izhoh, yang keempat dengan melaksanakan Mekanisme Kontrol atau Mulahazhoh, sedangkan yang terakhir dan merupakan pengaman hasil pendidikan adalah Metode Pendidikan melalui Sistem sangsi atau Uqubah.

Bunda, jangan tinggalkan satu-pun dari ke lima metode tersebut, meskipun yang terpenting adalah Keteladanan (sebagai metode yang paling efektif).

Setelah bicara Metode, ke empat adalah Isi Pendidikan itu sendiri. Hal-hal apa saja yang perlu kita berikan kepada mereka, sebagai amanah dari Allah SWT.
Setidak-tidaknya ada 7 bidang. Ketujuh Bidang Tarbiyah Islamiyah tersebut adalah: (1) Pendidikan Keimanan (2) Pendidikan Akhlaq (3) Pendidikan Fikroh/ Pemikiran (4) Pendidikan Fisik (5) Pendidikan Sosial (6) Pendidikan Kejiwaan/ Kepribadian (7) Pendidikan Kejenisan (sexual education). Hendaknya semua kita pelajari dan ajarkan kepada mereka.

Ke lima, kira-kira gambaran pribadi seperti apakah yang kita harapkan akan muncul pada diri anak-anak kita setelah hal-hal di atas kita lakukan? Mudah-mudahan seperti yang ada dalam sepuluh poin target pendidikan Islam ini:
Selamat aqidahnya, Benar ibadahnya, Kokoh akhlaqnya, Mempunyai kemampuan untuk mempunyai penghasilan, Jernih pemahamannya, Kuat jasmaninya, Dapat melawan hawa nafsunya sendiri, Teratur urusan-urusannya, Dapat menjaga waktu, Berguna bagi orang lain.

Insya Allah, Dia Akan Mengganjar kita dengan pahala terbaik, sesuai jerih payah kita, dan Semoga kita kelak bersama dikumpulkan di Negeri Abadi. Amin. Wallahua’lam, (SAN)

Catatan:
- Lima Poin Pendidikan Anak: -1.Paradigma sukses-2.Mengenal Tahapan dan Sifat-3.Metode-4.Isi-5.Target.
- Buku Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) diterjemahkan dengan judul “Sistem Pendidikan Islam” terbitan Al-Ma’arif Bandung, dan buku Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam) diterjemahkan dengan judul Pendidikan Anak Dalam Islam.


Blog EntryKuda dan OntaJul 30, '08 8:04 PM
for everyone
Saya sedang melihat-lihat blog galeri foto Mba Asma waktu Zahra datang. Karena tidak mengganggu, saya biarkan dia ikut melihat. Ada satu foto yang menarik untuk dikomentari. Ketika sedang sibuk menulis, Zahra bertanya sesuatu. Terdengar di telinga saya seperti "Ibu, itu kuda ya?"
Masih menulis, saya menjawab "Bukan dek, itu onta."
Zahra rupanya tidak puas. Ia bertanya lagi. "Ibu, itu kuda kan?"
"Bukan, dek. Itu oonntaa." Tangan masih di keyboard, mata masih menatap layar.
"Itu kuda kok.." lirih suara gadis mungil itu.
Satu klik, enter. Dan selesai. Pandangan saya beralih ke puteri kecil yang berdiri di samping.
Melihat ibunya mulai memperhatikan, ia bertanya kembali.
"Ibu, itu rakuda ya?"

"Ooooh.. jadi dari tadi Zahra bilang itu rakuda*?"
Ia mengangguk. Mantap.

****

*Rakuda adalah bahasa Jepang untuk binatang yang dalam bahasa Indonesia disebut Onta.

Photo AlbumFoto Keluarga (1 photo)Jul 20, '08 6:04 PM
for everyone

"Ayo, siap-siap. Satu..dua...tiga.."
Dan episode seperti ini berulang terus:
"Eeehh.... ulangi, tadi lagi merem."
"Zahra, liat ke kamera, dek."
"Udah? Kok, gak kerasa?"
"Hafiz, tangannya jangan nutupin mulut dong.."
"Eeehh.. Zahra mau kemana?" Klik. Tidak ada wajah Zahra di layar.
"Yaa.. tangannya tadi lagi ngusap rambut."
"Lhoo... kok matanya meleng sih?"

Photo AlbumOhori Koen (9 photos)Jul 6, '08 9:56 PM
for everyone

Ohori park is a compact but nationally famous park built around an artificial lake that was once part of the moat of Fukuoka castle. Opened in 1929 it has a Chinese theme, (it is modeled on the Xi Hi lake in China) and it is possible to walk across the centre of the lake on a series of Chinese style bridges and small islands. Although close to the centre of the city, the park manages to be lushly green most of the year round and provides a pleasant haven from the concrete of Tenjin. There is a boathouse from which one can hire rowing boats and a famous French restaurant - "Hana no ki".

After a walk around the moonlit castle grounds what could be more pleasant than to sit in the shade of large tree and look out over the lake, before dinner in a good restaurant?

In the evenings the 2.2 km path around the lake proves irresistable to hordes of joggers and at weekend it can become downright crowded. In neither case does it ever become unpleasant.

Late at night, the view across the lake towards the floodlit Fukuoka Tower is rather splendid.

The park hosts a magnificent fireworks display in August and is descended on by Fukuokans in their thousands in Cherry Blossom season...

~ketauan malesnya, copy paste dari situs kyushu.com~

Photo AlbumPerosotan Panjang (8 photos)Jul 6, '08 9:46 PM
for everyone

Hafiz menyebutnya dengan perosotan panjang. Taman bermain baru di dekat rumah. Baru dibuka bulan Mei. Mainannya baru, jalanannya baru, lapangannya baru, termasuk juga tanamannya.

Mainannya banyak. Dari yang standar, seperti perosotan dan jungkat-jungkit, sampai ke yang aneh dan baru pertama kali ketemu seperti kursi yang berputar. Sayangnya tidak ada ayunan.

Tapi beberapa kali main ke sana, kenapa selalu sepi ya?

Blog EntryThe Story of StuffJul 5, '08 7:40 PM
for everyone
Entah berapa kali saya menonton film ini. Pertanyaannya selalu sama, saya bisa melakukan apa?

Ada banyak cara dan jalan untuk terlibat. Salah satunya, yang paling dekat dengan peran ibu, kurangi belanja. Nah, ini namanya sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Mengurangi frekuensi (dan kuantitas) belanja bukan hanya bagus untuk kantong, tapi juga baik untuk lingkungan.

Blog Entry2 Tahun Berarti..Jul 1, '08 6:24 PM
for everyone
Senang menjadi pribadi yang mandiri,
Kata favoritnya adalah 'Punyaku!', 'Enggak!' dan 'Aku bisa sendiri!'
Emosinya seperti roller coaster, semenit lalu masih tertawa, lalu menangis dan rewel, kemudian tertawa lagi
Sudah lebih punya kepercayaan diri,
Masih belum bisa lepas dari pengasuhnya,
meski begitu, sudah mulai tertarik bermain dengan teman sebaya.

~benar-benar Zahra banget deh...~

Ingin lebih tahu lebih jauh soal anak umur dua tahun, bisa membaca di sini.

-- kue ulang tahun buat Zahra baru saja selesai dikukus..


Blog EntryTertarik Membuat Sandwich?Jun 20, '08 11:38 PM
for everyone
Saya tertarik membuatt roti isi. Apalagi karena kabarnya, di supermarket sulit ditemukan sandwich yang aman dimakan. Bapaknya anak-anak suka sekali membuat roti tawar sendiri. Suatu saat mungkin akan membuat sandwich yang lengkap seperti biasa dilihat di etalase supermarket.

Bagaimana cara membuat sandwich yang pas? Ada formula canggih yang bisa dipakai. Aslinya, formula ini ditemukan di Inggris. Tapi tidak ada salahnya coba untuk dipakai di negara lain. Ubah sedikit datanya sesuai keadaan.

Pilihan yang saya pakai adalah : roti putih, dipotong tipis, menggunakan margarine (kebetulan masih ada margarine merk Indonesia berlabel halal), tanpa acar (ayah bukan penggemar acar), keju yang dipakai adalah supermarket own brand mild cheddar, pakai lettuce dan tomat iris, dioles mayonnaise.

dan hasilnya : (sengaja tidak diterjemahkan, mohon maaf)
according to the west country sarniematic 6, the blueprint for perfect cheese sarnie is as follows:
white bread 10 mm
tomato 4 mm (4 slices of average tomato)
lettuce 3 mm (about 2 leaves)
cheddar 4.86 mm
mayo 2 mm (about 2 teaspoons)
margarine 1 mm (average spread thickness)
white bread 10 mm
The optimum thickness of supermarket own bread mild cheddar for your sarnie strata selection is 4.86 mm

Too good to be true.

Pertanyaannya sekarang: bagaimana caranya memotong keju setebal 4.86 mm?

Blog EntryAirmata Penyembuh Luka*Jun 18, '08 6:13 PM
for everyone

Jika airmata mampu mengobati luka

Tak akan ragu kutumpahkan semua

Tapi tidak,

Airmata tak membuat luka itu tiada

Waktu (dan doa)

kan membantu menyembuhkannya

Barangkali ia menghilangkan dosa-dosa

Semoga saja..





*puisi sakit gigi


Blog EntryMisteri GajahJun 11, '08 2:48 AM
for everyone

“Ibu, boleh enggak makan zoo-san?” kata Hafiz satu hari.

“Eeehh?” saya memastikan kalau tidak salah dengar. Zoo-san, dalam bahasa Indonesia artinya gajah, boleh dimakan tidak?

“Boleh makan zoo-san enggak?” siaran ulang dari Hafiz.

“Mmm… boleh enggak ya?” saya berpikir keras. Siapa yang mau makan gajah? Berpikir berulang-ulang, mencoba mengingat-ingat, barangkali saja pernah ada informasi di satu daerah ada yang memakan gajah. Ada? Mmm…

“Boleh barangkali. Asal disembelih dengan menyebut nama Allah, boleh.”

Hafiz berhenti bertanya. Tapi sungguh, kepala saya tak berhenti berpikir. Boleh tidak makan gajah?

Dalam kesempatan kumpul keluarga, pertanyaan itu saya ajukan ke ayahnya. Tentu dengan mengatakan kalau itu pertanyaan dari Hafiz. Ada tidak orang dewasa yang menanyakan hal seperti itu? Ada, tapi bukan saya.

Boleh tidak makan gajah?

“Yaaa… kalau yang jelas gak boleh kan babi, anjing dan binatang buas.” Jawaban yang masih mengambang.

Apa perlu kirim email untuk bertanya ke ustadz di eramuslim, supaya tahu hukum syariahnya?

Terlalu berlebihan. Hafiz juga barangkali sudah cukup puas dengan jawaban pertama.

Buat saya, soal gajah ini masih jadi misteri.


Linkbeyond dreams at flickrJun 4, '08 6:07 PM
for everyone
Link: http://www.flickr.com/photos/hazaya

saya pikir perlu tempat khusus untuk tempat meletakkan foto-foto. sekarang masih khusus untuk foto bunga (yang sepertinya jadi spesialisasi :D ).

Photo AlbumMy (not so many) Food Pictures (5 photos)May 26, '08 2:24 AM
for everyone

Food photography adalah pekerjaan yang sulit. Jika memasak sendiri, artinya pekerjaan ini melibatkan tiga profesi sekaligus : koki, food stylish dan photographer. Karena masih belajar memotret, gampang dipahami kalau pencahayaannya buruk. Cita rasa seni saya juga tidak terlalu baik. Tapi yang paling berperan membuat jelek hasil foto (yang saya ambil) adalah, saya tidak bisa memasak.

(note: muffin dan nasi mesir adalah hasil beli di Nabi-san)

Blog EntryDoa Untuk Ananda AbyanMay 24, '08 7:18 AM
for everyone
Mohon doanya untuk kesembuhan ananda Abyan, ya..

Ella adalah teman sekelas saya. Sudah lama sekali rasanya tidak berkirim kabar. Putra pertamanya, Muhammad Abyan Al Kautsar, saat ini tengah menjalani operasi jantung pertamanya di RS Harapan Kita Jakarta. Semoga Allah SWT memberi kesembuhan bagi ananda Abyan. Mudah-mudahan kedua orang tuanya diberi kekuatan, kesabaran dan ketabahan.



Blog EntryHilangMay 22, '08 10:15 PM
for everyone

Kehilangan uang seringkali ditafsirkan sebagai peristiwa yang mengingatkan seseorang untuk lebih banyak bersedekah. Apa tafsiran yang dianggap sesuai untuk momen kehilangan file di komputer?

Tak ada, kecuali bahwa pekerjaan harus diulang lagi. Ah, saya berharap bisa semudah itu.

Ulangi lagi.


Blog EntryBLARRR!!!May 22, '08 10:13 PM
for everyone

Satu momen paling kritis dalam perjalanan hidup sehari-hari dengan tiga anak balita adalah ketika sang anak mengantuk. Ini waktu yang penuh perjuangan. Episodenya seringkali dilewati dengan rewel, tangisan dan apa pun adalah sebuah kesalahan buatnya.

Nah, jika episode anak mengantuk-rewel-masih ingin bermain ini bertemu dengan orang tua (baca: ibu) yang kelelahan-kelebihan beban-masih banyak pekerjaan menunggu diselesaikan, yang umumnya terjadi adalah.... BLARRR!!!!


Photo AlbumIchigo Gari (7 photos)May 16, '08 10:20 PM
for everyone

Memetik strawberry di hari terakhir. Kabarnya sore itu juga tanamannya mau dibabat habis. Sayang sekali. Padahal strawberry matangnya masih banyak. Manis-manis lagi. Barangkali sudah tidak terlalu menguntungkan untuk dipelihara.

Kata penjaganya, strawberry terbaik, paling manis, dipanen di bulan Desember. Lima kali panen, kemudian baru dibuka untuk umum memetik sepuasnya. Bayar dengan harga dua pak strawberry di supermarket untuk satu dewasa, makan sebanyak-banyaknya. Sebetulnya tidak terlalu jauh berbeda dengan beli di supermarket. Berapa banyak sih, kemampuan seseorang makan strawberry?

Tapi pengalaman memetik strawberry sendiri, berada di tengah kebun, makan langsung buah yang baru dipetik, adalah hal yang berharga.

Enaknya kalau bisa sering-sering ichigo gari..

Pages:12345
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help